Pages

Angklung & Calung - Seni Musik

Kamis, 04 Februari 2016



*                  Sejarah Angklung


Angklung adalah alat musik terbuat dari dua tabung bambu yang ditancapkan pada sebuah bingkai yang juga terbuat dari bambu.Tabung-tabung tersebut diasah sedemikian rupa sehingga menghasilkan nada yang beresonansi jika dipukulkan.Dua tabung tersebut kemudian ditata mengikuti tangga nada oktaf.Untuk memainkannya, bagian bawah dari bingkai ini dipegang oleh satu tangan, sementara tangan yang lain menggoyangkan angklung secara cepat dari sisi kiri ke kanan dan sebaliknya. Hal ini akan menghasilkan suatu nada yang berulang. Dengan demikian, dibutuhkan sebanyak tiga atau lebih pemain angklung dalam satu ansembel, untuk menghasilkan melodi yang lengkap.
Angklung telah populer di seluruh Asia Tenggara, namun sesungguhnya berasal dari Indonesia dan telah dimainkan oleh etnis Sunda di Provinsi Jawa Barat sejak zaman dahulu.Kata “angklung” berasal dari dua kata “angka” dan “lung”.Angka berarti “nada”, dan lung berarti “putus” atau “hilang”.Angklung dengan demikian berarti “nada yang terputus”.
Pada zaman dahulu,pada periode Hindu dan Kerajaan Sunda, Jawa Barat, angklung memegang peranan sangat penting pada beberapa upacara ritual masyarakat Sunda dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai perantara dalam ritual, angklung dimainkan untuk menghormati Dewi Sri, dewi kesuburan, dengan harapan agar negeri dan kehidupan mereka dapat diberkati.Di kemudian hari, menurut Kidung Sunda, alat musik ini juga digunakan oleh Kerajaan Sunda untuk penyemangat dalam situasi pertempuran di Perang Bubat.
Angklung tertua yang masih ada sampai kini ialah Angklung Gubrag.Angklung ini dibuat pada abad ke-17 di Jasinga,Bogor.Pada saat ini, beberapa angklung dari zaman dahulu masih tersimpan di Museum Sri Baduga, Bandung.
Seiring berjalannya waktu, angklung telah menarik banyak perhatian di dunia internasional.Pada tahun 1938, Daeng Soetigna, dari Bandung, menciptakan angklung yang berdasarkan tangga nada diatonik, alih-alih menggunakan tangga nada tradisional pélog atau saléndro.Sejak saat itu, angklung digunakan untuk tujuan pendidikan dan hiburan, dan bahkan dapat pula dimainkan bersama dengan alat-alat musik barat dalam orkestra.Salah satu penampilan angklung dalam orkestra yang sangat terkenal ialah pada Konferensi Asia-Afrika di Bandung tahun 1955. Udjo Ngalagena, seorang murid dari Daeng Soetigna, kemudian membuka “Saung Angklung” (Rumah  Angklung) pada tahun 1966 sebagai pusat pengembangan angklung.
UNESCO menetapkan angklung sebagai Karya Budaya Takbenda dan Warisan Budaya Dunia pada tanggal 18 November 2010.Di samping itu, UNESCO menyarankan dengan sangat kepadaIndonesia untuk senantiasa menjaga dan melestarikan karya dan warisan budayanya.
*                Pengertian Angklung
Angklung adalah alat musik yang terbuat dari ruas-ruas bambu, cara memainkannya digoyangkan serta digetarkan oleh tangan, alat musik ini telah lama dikenal di beberapa daerah di Indonesia, terutama di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali.Kata Angklung berasal dari Bahasa Sunda “angkleung-angkleungan”yaitu gerakan pemain Angklung dan suara “klung” yang dihasilkannya.Angklung berasal dari kata “angka” yang berarti nada dan “lung” yang berarti pecah.Jadi Angklung merujuk nada yang pecah atau nada yang tidak lengkap.Sedangkan arti angklung menurut mitologi Bali berasal dari kata angka artinya nada, “lung”  artinya patah hilang, sehingga dapat pula diartikan sebagai nada/laras yang tidak lengkap, dan sesuai dengan istilah cuman kirang di Bali yang berarti kesurupan empat nada.Kata Angklung diambil dari cara alat musik tersebut dimainkan.Alat musik ini terbuat dari sepasang tabung bambu, yang dirangkai dengan beberapa bilah bambu lainnya.Struktur tersebut menghasilkan karakter suara yang unik dan sukar ditiru oleh instrumen musik lainnya.
*                Cara Pembuatan Angklung
Cara membuat Angklung yaitu:
1.                   Seruas bambu dikupas dan ukuran panjang pendek serta diameter diselaraskan dengan ukuran yang ditentukan.Untuk meninggikan nada biasanya dengan cara memperkecil volume yaitu memotong ujung daun, sedangkan untuk merendahkan nada dengan cara memperbesar volume tabung.Memperbesar volume tabung dilakukan dengan cara menipiskan bibir tabung atau bibir angklung dilapisi lilin.Dapat pula dengan cara menipiskan tangkai angklung sebagai daunnya.
2.                  Bambu yang dibuat angklung diolah dengan cara khusus.Waktu penebangan dilakukan pada saar kemarau. Setelah ditebang bambu dibiarkan hingga daun-daunnya rontok dengan sendirinya, kemudian dipotong-potong menurut ukuran yang dibutuhkan. Setelah itu diikat lalu direndam selama satu minggu. Fungsi perendaman adalah untuk melepaskan kotoran yang melekat pada tabung dan ruas bambu. Proses selanjutnya bambu dikeringkan (digarang dina para seuneu) selama 40 hari. Bambu yang terbelah tidak memenuhi syarat mutu untuk angklung. Bambu yang utuhlah yang memenuhi syarat standar mutu dibuat angklung.
*                  Bagian – bagian Angklung
Angklung terdiri dari beberapa bagian, yaitu :
1.                   Tabung sora yang terdiri dari 2 Tabung
a.                   Tabung kecil terletak di sebelah kiri dan,
b.                  Tabung besar yang berada di sebelah kanan
2.                  Ancak yaitu bagian rangka Angklung yang dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu :
c. Jejer bagian dari ancak (rangka angklung)
d. Tabung dasar (bawah)
e. Palang Gantung sebagai penyangga tabung sora
Angklung di Bali terdiri dari 4 ancak, seperti yang terdapat pada nama-nama angklung Ciusul Banten di antaranya :
1.                    Angklung kecil bernama kingking
2.                  Angklung no. 2 bernama panempas
3.                   Angklung besar bernama engklok
4.                  Angklung terbesar bernama jongjorang
Angklung Ciusul ini dilengkapi dengan dog-dog jor, bende, dan kecrek seperti angklung Citorek banten. Angklung gubrag juga mempunyai fungsi yang hampir sama dengan angklung Ciusul Banten.
Angklung gubrag yang berasal dari daerah Kabupaten Bogor ini berfungsi untuk upacara adat bercocok tanam padi. Jumlah instrumen angklung yang dipergunakan ada 9 buah, yang dilengkapi dengan dog-dog lojor yang berfungsi sebagai kendang. Hanya titi laras pada angklung gubrag adalah pelog, berbeda dengan angklung Ciusul Banten.









~ HASIL DISKUSI TENTANG ALAT MUSIK CALUNG ~
*                Sejarah Calung
Calung merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Barat dan menjadi ciri khas budaya Sunda yang selama ini ada dan bertahan di sana, sering kali orang menganggap sama antara calungdengan angklung, pada dasarnya alat musik ini sama-sama terbuat dari bambu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan nada-nada harmonis, bedanya adalah pada cara memainkannya, kalau angklung dimainkan dengan cara digetarkan atau digoyang-goyangkan, sedangkan calung dimainkan dengan cara dipukul.
Jika ditelisik lebih jauh lagi, calung menurut Kamus Umum Bahasa Sunda adalah tatabeuhan tina awi guluntungan, aya siga gambang, aya nu ditiir sarta ditakolan bari dijinjing. Nah, dari pengertian tersebut dapat dimaknai bahwa calung adalah sejenis alat musik yang terbuat dari bambu, yang dimainkan dengan cara memukul sembari dijinjing. Calung juga mempunyai pengertian lainnya, yakni seni pertunjukan.Nah, seni pertunjukan ini tentunya dengan menggunakan alat pokoknya calung.Lantas, apa yang membedakan antara calung dan angklung? Karena merupakan sebuah prototipe dari angklung, perbedaannya hanya dari cara memainkannya. Jika bermain angklung dilakukan dengan cara digoyangkan, calung dimainkan dengan cara dipukul.
Tentu saja bahanuntuk membuat calung dan angklung ini sama, yakni bambu. Agar suara yang dihasilkannya bagus, bambu tersebut dipilih dengan baik.Biasanya, bamboo yang digunakannya adalah jenis awi wulung dan awi temen.Bermain calung tentunya tidak sembarang kita memukulnya.Ada beberapa hal dasar yang harus kita ketahui.Nah, salah satu di antaranya adalah memukul bilahan bambu yang disusun menurut tangga nada, yakni da-mi-na-ti-la. 
Calung terbuat dari bambu hitam yang memang khusus digunakan untuk membuat calung, karena suara yang dihasilkan akan lebih baik bila menggunakan jenis bambu ini.

*                Bentuk-bentuk calung :
1.      Calung Gambang
Calung gambang adalah sebuah calung yang dideretkan diikat dengan tali tanpa menggunakan ancak/standar.Cara memainkannya adalahkedua ujung tali diikatkan pada sebuah pohon/tiang sedangkan kedua tali pangkalnya diikatkan pada pinggang si penabuh.Motif pukulan mirip memukul gambang.
2.       Calung Gamelan
Calung Gamelan adalah jenis calung yang telah tergabung   membentuk ansambel. Sebutan lain dari calung ini adalah salentrong (di Sumedang), alatnya terdiri dari:
-      Dua perangkat calung gambang masing-masing 16 batang
-      Jengglong calung terdiri dari 6 batang
-      Sebuah gong bamboo yang biasa disebut gong bumbung
-      Calung Ketuk dan Calung Kenong terdiri dari 6 batang Kendang
Lagu-lagunya antara lain Cindung Cina (Cik indung menta Caina),  kembang lepang, ilo-ilo, gondang.
3.       Calung Jingjing
Calung Jingjing adalah bentuk calung yang ditampilkan dengan dijingjing/dibawa dengantangan yang satu sedang tangan yang lainnya memegang pemukul. Calung dalam bentuk ini lebih digemaridibandingkan dengan bentuk calung yang lain.
Alatnya terdiri dari:
-  Calung Melodi mempunyai sepuluh nada s.d. 12 nada
-  Calung pengiring/akompanyemen terdiri dari 10 nada
-  Calung Jengglong terdiri dari 5 nada
-  Calung besar sebanyak dua batang/nada berfungsi sebagai kempul dan gong
*    Perkembangan Calung
Jenis calung yang sekarang berkembang dan dikenal secara umum yaitu calung jingjing. Calung jingjing adalah jenis alat musik yang sudah lama dikenal oleh masyarakat sunda, misalnya pada masyarakat sunda di daerah Sindang Heula – Brebes, Jawa tengah, dan bisa jadi merupakan pengembangan dari bentuk calung rantay. Namun di Jawa Barat, bentuk kesenian ini dirintis popularitasnya ketika para mahasiswa Universitas Padjadjaran (UNPAD) yang tergabung dalam Departemen Kesenian Dewan Mahasiswa (Lembaga kesenian UNPAD) mengembangkan bentuk calung ini melalui kreativitasnya pada tahun 1961.
Menurut salah seorang perintisnya, Ekik Barkah, bahwa pengkemasan calung jingjing dengan pertunjukannya diilhami oleh bentuk permainan pada pertunjukan reog yang memadukan unsur tabuh, gerak dan lagu dipadukan. Kemudian pada tahun 1963 bentuk permainan dan tabuh calung lebih dikembangkan lagi oleh kawan-kawan dari Studiklub Teater Bandung (STB; Koswara Sumaamijaya dkk), dan antara tahun 1964 – 1965 calung lebih dimasyarakatkan lagi oleh kawan-kawan di UNPAD sebagai seni pertunjukan yang bersifat hiburan dan informasi penyuluhan (Oman Suparman, Ia Ruchiyat, Eppi K., Enip Sukanda, Edi, Zahir, dan kawan-kawan), dan grup calung SMAN 4 Bandung (Abdurohman dkk). Selanjutnya bermunculan grup-grup calung di masyarakat Bandung, misalnya Layung Sari, Ria Buana, dan Glamor (1970) dan lain-lain, hingga dewasa ini bermunculan nama-nama idola pemain calung antara lain Tajudin Nirwan, Odo, Uko Hendarto, Adang Cengos, dan Hendarso.
Perkembangan kesenian calung begitu pesat di Jawa Barat, hingga ada penambahan beberapa alat musik dalam calung, misalnya kosrek, kacapi, piul (biola) dan bahkan ada yang melengkapi dengan keyboard dan gitar.Unsur vokal menjadi sangat dominan, sehingga banyak bermunculan vokalis calung terkenal, seperti Adang Cengos, dan Hendarso.
Calung yang hidup dan dikenal masyarakat sekarang merupakan prototipe dari angklung yang cara menabuhnya berbeda dengan angklung  cara menabuh calung yaitu dengan memukul-mukul batang ( wilahan ) dari ruas-ruas atau tabung bambu yang tersususn menurut titi laras
( tangga Nada ) penta tonik ( da mi na ti la da ).
     Ada dua bentuk calung sunda yaitu calung rantay dan calung Jingjing waditra calung jinjing terbuat dari bahan bambu hitam ( awi hideung) dan seperangkat calung jingjing yang digunakan dalam pertunjukan biasa bertangga nada Salendro ( bertangga nada Pelog ) serta Madenda
( nyorog ) wadrita calung jinjing merupakan perkembangan dari bentuk calung Rantai/calung Gambang, calung dalam bentuk ini sudah merupakan seni pertunjukan yang bersifat hiburan.
     Calung jinjing berasal dari bentuk dasar calung rantay ini telah dibuat dalam empat bagian bentuk wadrita yang terpisah , keempat buah wadrita terpisah ini memainkan dengan cara dijinjing oleh empat pemain dan masing-masing memegang calung dalam fungsi berbeda . Wadrita calung terdiri dari 1 Kingking, 2 Panepas, 3 jongong, 4 gonggong sedangkan calung kingking jumlahnya limabelas nada / oktaf dala nada yang paling kecil ( teringgi )
Calung Panepas jumlahnya lima potong untuk lima nada (1Oktaf) nadanya merupakan sambungan nada terendah calung kingking dan dari lima nada tersebut ada yang yang dibagi dua ada yang digorok ( disatukan jongjong seperti halnya panepas yang berbeda hanya nadanya yang lebih rendah dari panepas ) nada panepas bentuknya selalu tinggi dibagi dua yaitu 3 potong untuk nada berturut-turut dari yang tinggi, dua potong untuk dua nada lanjutan.
Calung Gonggong merupakan calung yang paling besar jumlahnya hanya dua bumbung yang disatukan keduanya dalam nada rendah diantara keseluruhan calung. Jenis calung yang sekarang berkembang dan dikenal adalah calung jingjing .
Calung yang perkembangannya lebih mengarah pada kecalung dangdut (caldut) lagu maupun musiknya ditambah drum, gitar, keybord dan memakai tata lampu untuk pertunjukannya. Di Kabupaten Bandung yang tercatat di Dinas Kebudayaan dan Parawisata tersebar di Kecamatan maupun di desa-desa kurang lebih 40 group diantaranya Marahmay, Oces, Cinde agung, Sinar Pasundan, Mitra Siliwangi, Calawak Group, Mekar wangi, Gentra Priangan, Dangdiang, sariak layung dll.

*    Fungsi Calung

Tentunya berbagai alat musik yang digunakan memiliki fungsi yang berbeda-beda.Pada awalnya, calung berfungsi sebagai sarana upacara ritual masyarakat sunda.Calung difungsikan sebagai alat pengiring dalam upacara adat seperti mapag sri.Selain sebagai media upacara ritual, calung pun berfungsi sebagai alat hiburan dan seni pertunjukan.
Dalam perkembangannya, fungsi calung bergeser pada fungsi yang terakhir, yakni sebagai seni pertunjukan.Sebagai seni pertunjukan yang menggunakan alat pokok calung, calung telah melahirkan beberapa seniman.Kita lihat saja seniman asal Jawa Barat, Hendarso (Darso), yang menunjukkan bakat seninya yang diiringi dengan calung. 
Sebenarnya, para inohong Sunda sangat gembira dengan munculnya Darso.Darso telah dianggap mempopulerkan calung sebagai alat musik tradisional sunda.Gaya seni pertunjukan Darso ternyata telah merasuk kepada para penerus musik tradisional sunda.Untuk mengikuti perkembangan zaman, sekarang calung telah dipadukan dengan jenis musik tertentu, yakni dangdut, yang biasanya disebut caldut (calung dangdut).


Teks Eksemplum - Contoh Teks Eksemplum



Kejadian di Parkiran

Pengalaman yang tak terlupakan semasa hidupku.
Bulan lalu, aku baru saja meraih prestasi Pelukis Terindah Sepanjang Masa dalam ajang SHMILY Awards 2015.Setelah meraih prestasi tersebut, banyak mahasiswa yang memujiku baik secara langsung maupun melalui media social.Selain itu, keluargaku juga memberi penghargaan untukku, seperti ayahku yang memberikanku mobil sport dengan art design yang mewah yaitu Lamborghini Aventador Lp700-4 yang harganya 11.000.000.000. Ayahku sangat bangga dengan prestasi yang kuraih, itu alasan kenapa ia memberiku penghargaan semahal itu.
Seminggu setelah hari bahagia tersebut, aku berencana untuk mengajak seluruh anggota keluargaku untuk makan malam bersama di salah satu Restaurant berbintang di Jakarta.Setelah membicarakan rencana tersebut, akhirnya merekapun tidak menolak rencanaku.Malahan mereka sangat senang, karena sekalian merayakan prestasi yang baru saja aku raih.
Kami memutuskan untuk makan malam bersama pada hari ke-13 setelah ajang SHMILY Awards 2015 tersebut. Kami menuju Restaurant bersama-sama. Sesampainya kami disana, kamupun langsung memesan makanan yang akan kami makan lalu membayarnya. Selama makan malam berlangsung, penuh canda dan tawa. Dengan asiknya kami makan sambil mengobrol, sampai aku lupa bahwa tepat pada pukul 20.00 WIB aku harus datang di acara Konferensi Pers yang diadakan di Mall of Indonesia untuk mempromosikan Restaurant baruku yang akan segera di buka pada Ahad minggu depan yang bernama “Coffe and Art Design”
Mengingat hal tersebut, akupun langsung menyelesaikan makananku lalu berpamitan dan meminta maaf karena harus pulang terlebih dahulu. Akhirnya, setelah berpamitan aku langsung ke arah parkiran mobilku.Tiba-tiba saat aku hendak masuk ke dalam mobilku, tiba-tiba ada seorang lelaki yang menarik tanganku dan mendekap mulutku. Lalu laki-laki tersebut mengatakan “Berikan uang atau kau mati!”.Mendengar perkataan tersebut, tanpa berpikir panjang, akupun langsung mengeluarkan semua uang yang ada di dompetku lalu ku berikan kepada lelaki tersebut.Setelah laki-laki tersebut menerima uang, diapun langsung melepaskan dekapan mulutku dan menjatuhkan aku di samping mobilku.Laki-laki itu langsung berlari ke arah pagar.Melihat laki-laki tersebut loncat dari pagar, akupun langsung masuk ke dalam mobilku lalu mengunci pintu.Di dalam mobil aku berusaha menenangkan diriku yang sesak dan takut karena kejadian yang baru saja terjadi.
Aku bersyukur kepada Allah yang masih menyelamatkanku dari kelakuan jahat laki-laki tersebut.Meskipun aku harus kehilangan semua uangku namun aku bersyukur karena tidak kehilangan aset berharga lainnya yang ada di tasku seperti kuas emas dari Paris dan Pencil Mecanic pemberian nenekku di New York.
Dari kejadian tersebut mengingatkan kita akan pentingnya mengatur waktu dan berhati-hati dalam segala hal serta dimanapun, apalagi jika malam bertambah gelap dan suasana semakin sepi.


Tak Ada Makan Siang
Setelah salat Duhur, waktunya makan siang dan aku memutuskan untuk mencari makan.Karena rasa malas untuk jalan jauh, akhirnya aku memutuskan untuk tidak pergi ke kantin dan membeli bakso mini.Bukan hanya aku, melainkan teman-temanku pun ikut membeli bakso mini.Dengan lahap teman-teman ku memakan bakso mini walaupun saat itu masih panas.Aku memutuskan untuk tidak memakan terlebih dahulu, walaupun saat itu perutku sudah over lapar.
Dengan dibungkus plastik bening, perutku sudah tidak sabar untuk memakan bakso mini tersebut.Akhirnya ku putuskan untuk membuka plastiknya.Ketika aku sedang membuka plastik berisi bakso, aku merasa tergesa-gesa membukanya karena memang sudah terlalu lapar.Namun, ternyat plastik yang saya gigit, membuka terlalu besar, aku pun kaget dan semua isi di dalam plastic itu tumpah di jalan.Baju, kerudung dan celanaku pun tak terhindar dari tumpahan bakso mini calon makan siangku.
Saat itu aku kaget luar biasa dan tentunya malu yang aku rasakan.Ada salah satu temanku yang berkata bahwa aku harus berhati-hati dan sabar, jangan tergesa-gesa, jadi baksonya tidak tumpah.Akhirnya, siang itu calon makan siangku taka ada lagi dan taka da makan siang untuk ku.

Berdasarkan cerita tersebut, mengajarkan kepada kita bahwa ketika dalam mengambil keputusan apapun itu jangan sampai tergesa-gesa serta harus berhati-hati dan penuh pertimbangan.

Wahana Maut

Aku mempunyai pengalaman yang mengerikan lebaran tahun lalu.

Kala itu temanku berkunjung ke rumahku untuk bersilaturrahmi dan mengajakku jalan-jalan ke kota, kami berdua pergi ke wahana bermain di sana ada berbagai macam wahana yang sangat menantang salah satunya adalaha wahana Histeria dan Wahana yang berputar 360 derajat penuh, aku agak lupa namanya.

Kami sudah memegang tiket masuk untuk menaiki wahana yang sudah kami inginkan, Histeria.Di wahana ini kami dilambungkan dari ketinggian 20 meter lebih dari permukaan tanah, berkali-kali kami merasa ngilu jatung terasa ingin lepas ketika dihempaskan dari atas ke bawah.Tak kusangka, wahana yang kami naiki mati mendadak, kami yang berada di ketinggian panik.Tak ada seorangpun yang menyangka hal ini bisa terjadi.Tak hanya aku dan temanku saja yang berteriak minta tolong, semua orang yang berada diatas bersama kami juga terlihat sangat ketakutan, bahkan adapula yang menangis. Rasanya nyawaku telah melayang, aku teringat orangtuaku kala itu, dan aku menangis sambil merintih “mama…mama…”

Setelah hampir 30 menit berada di ketinggian, beberapa petugas datang untuk memperbaiki wahana yang kami naiki, untunglah nyawa kami dapat terselamatkan berkat usaha mereka.Kami semua merasa lega.Aku bersyukur karena Tuhan menyelamatkan kami semua.Sekarang aku merasa trauma ketika melihat wahana yang serupa.

Oleh karena kejadian tersebut, aku selalu berhati-hati dan waspada, sebab kita tak pernah tahu apa yang akan menimpa kita. Hendaknya kita tanyakan dulu kepada petugas, apakah wahana yang akan kita naiki sudah terjamin keselamatannya atau belum.

Tragedi Menginap di Kost

Semester 3 saya diizinkan untuk nge-kost oleh orangtua saya, karena di semester 3 banyak kegiatan malam yang harus saya laksanakan. Sebelumnya saya tidak pernah kost, saya selalu berangkat dari rumah sendirian mengendarai motor karena rumah saya lumayan jauh dari kampus. Kira-kira 1 jam perjalanan.
Kostan yang aku pilih letaknya tidak terlalu jauh dari kampus, kira-kira 5menit jika berjalan kaki.Saya satu kamar dengan Ika, meskipun berbeda jurusan tapi kami begitu akrab.Setelah merapikan barang saya di kost, saya mulai melakukan aktivitas seperti biasanya yang dilakukan anak kost kebanyakan dan saya juga mulai belajar untuk beradaptasi.
Tepatnya hari Jumat, pertama kalinya saya menginap di kostan.Pada malam hari, tiba-tiba saya terbangun dari tidur, saya melihat sesosok hantu kepala tanpa tubuh yang melayang di samping lemari, saya syok dan ingin berteriak tapi tidak bisa, rasanya suara saya tercekat di tenggorokan.Saya ingin mengatakan sesuatu pada Ika yang tidur dengan pulas di sebelahku, tangan saya ingin meraihnya tapi tangan ini tidak bisa bergerak, aneh sekali.
Saya beranikan untuk membaca doa sambil memejamkan mata, dan selesei berdoa saya membuka mata secara perlahan. Alhamdulillah hantu itu sudah hilang, lalu saya melanjutkan tidur sambil berdoa.
Saya merasa bersalah karena sebelum tidur, tidak berdoa terlebih dahulu.Semenjak itu aku sering solat dan mengaji bersama dengan temanku, agar kami tidak di ganggu lagi oleh hantu

Kecerobohanku
Abstrak
Aku memiliki pengalaman jatuh dari motor beberapa tahun yang lalu.
Orientasi
Ketika itu saya masih SMP, pada suatu sore saat sedang membersihkan kamar, keponakanku yang bernama Suci berkunjung ke rumahku untuk minta diantar les di rumah gurunya.
Insiden
Ketika itu sudah hampir mendekati adzan magrib, sebenarnya orang tua saya sedikit melarang untuk langsung pergi, ibu saya menyuruh pergi setelah selasai adzan saja. Tetapi karena Suci terlihat terburu-buru saya pun tetap akan menemani dan mengantarkannya. Di jalan tiba-tiba handphone saya berbunyi, dan sepertinya itu tanda jika ada sms masuk di handphone saya.Lalu saya pun mencoba mengambil handphone di saku celana kemudian saya membuka sms yang telah masuk, dan saya juga berniat untuk membalas pesan itu. Jujur saat itu saya mengendarai motor dalam keadaan tergesa-gesa dan mengunakan kecepatan yang lumayan tinggi, kemudian dari arah depan ada sebuah motor ingin putar balik arah tetapi tanpa menyalakan lampu retingnya. Saya pun gugup karena tidak bisa mengontrol danmenguasai kecepatan akhirnya pun menabrak pengendara motor yang sedang putar balik arah tadi, aku dan Suci pun terjatuh dan terlempar dari motor. Suci keponakan saya mengalamani luka pada bagian siku dan kakinya, sedangkan saya mengalami luka pada lutut sebelah kanan dan untungnya saya tidak mengalami luka yang parah. Motor yang saya kendarai pun rusak parah, ketika itu polisi yang kebetulan ada di sekitar jalan itu langsung datang menghampiri saya, untuk menolong dan mengurus kasus kecelakaan tersebut.
Interprestasi
Dari kejadian tersebut saya menjadi tahu bahwa doa restu dan nasihat dari orang tua sangatlah penting, jika saya menuruti perkataan orang tua saya tadi pasti hal seperti ini tidak akian terjadi, selain itu saya menjadi mengerti bahwa kehati-khatian dan ketertiban di jalan memang jelas sangat perlu diperhatikan karena kita bagai sedang bertarung nyawa jika ada di jalanan. Serta kelengkapan pengaman mulai dari helm, dan surat-surat penting seperti STNK, SIM juga harus diperhatikan saat sedang mengendarai kendaraan di jalan.Dan jika sedang mengendarai kendaraan sebaiknya tidak perlu sambil memegang handphone, kecuali jika itu dalam keadaan yang sangat mendesak lebih baik kita berhenti sejenak di pinggir jalan untuk membuka handphone.
Koda
Sejak kejadian itu menimpa saya, saya menjadi semakin berhati-hati dalam mengendarai kendaraan.Selain itu juga semakin memerhatikan peraturan di lalu lintas, dan mematuhi kata-kata orang tua saya. Karena ridha Allah adalah ridha orang tua (pula)


Pencurian

Sabtu sore, aku pulang dari lapangan Tenis Indoor FIK. Aku baru saja menghadiri Monitoring dan Evaluasi di sana. Sampai kos sudah maghrib, aku langsung mandi.
Setelah mandi, aku solat maghrib, lalu aku istirahat sebentar di kamar. Di kamar, aku mengobrol dengan Hala.Tak terasa, waktu cepat berlalu. Jam 24.00 WIB teman sekamarku pulang, Mbak Devi namanya. Kami mengobrol sampai pukul 1.00 WIB.
Minggu pagi, aku dan Devi bangun di pagi yang kacau.Kami kemalingan.Dua laptop, dua handphone, satu modem, dan tasku hilang.Seseorang telah mencurinya semalam.Diperkirakan antara pukul 1.00 sampai pukul 3.00.Sebab, teman sebelah kamarku bangun pukul 3.00 dan tahu bahwa pintu kamarku terbuka. Tapi, ia juga belum tahu kalau kami baru saja kehilangan beberapa barang penting. Aku bertanya pada Devi, apakah ia belum mengunci kamar ketika tidur, ternyata Devi lupa tidak mengunci kamar kami.
Setelah itu, aku dan Devi langsung lapor ke Bapak Kos, kami disuruh untuk lapor ke kepolisian. Pagi itu, kami langsung ke Polsek Gunung Pati, pukul 08.00 kami tiba, membuat keterangan, surat kehilangan dan menyerahkan barang bukti berupa tas yang ditnggalSi Pencuri di Jemuran. Jam 10.00 WIB polisi datang ke kos untuk melihat dan menyelidiki kasus ini. Meski polisi juga belum bias menemukan pelakunya. Kami betul-betul tidak menyangka kejadian seperti ini menimpa kami.
Kejadian ini adalah peringatan besar untuk kami.Sejak itu, saya dan Devi terus waspada.
Aku telah memasang gembok di pintu belakang.Dan kamarku selalu dikunci meski kami hanya keluar sebentar.
Barang-barang itu bisa kembali Alhamdulillah, tapi kami juga tidak menaruh harapan terlalu banyak.Aku dan Devi masih sehat dan selamat juga sudah bagus. Aku berjanji, akan terus waspada, berhati-hati dalam menjalankan aktivitas- aktivitas di hari berikutnya.


Orang tak dikenal

Aku punya pengalaman yang mengerikan pekan lalu.
Minggu lalu, aku pergi ke sebuah desa kecil di selatan Jawa Barat. Aku sedang menuju ke kotaberikutnya. Dalam perjalanan, seorang pemuda melambai padaku.Aku menghentikan mobilku dan dia meminta untuk tumpangan. Begitu dia masuk ke mobil, aku mengucapkan selamat pagi kepadanya dalam Bahasa Jawa dan dia menjawab dalam bahasa yang sama. Tiba-tiba, ia mengambil pisau dari sakunya. Aku sangat takut. Lalu, ia meminta aku untuk memberinya uang. Aku memberinya segera.Setelah itu, dia memintaku untuk menghentikan mobil dan dia pun keluar.Aku berterima kasih kepada Tuhan kerana menyelamatkanku waktu itu.
Sekarang, aku menyadari bahwa jika kita membantu orang lain, kita harus berhati-hati.Hal yang aneh jika kita memberikan tumpangan kepada seseorang di jalan.Padahal kita tidak tahu dan belum pernah bertemu sebelumnya.Hal ini sangat berbahaya bagi kita. Mungkin, ia akan menyakiti kita atau meminta uang.
Dari kejadian itu, aku belajar untuk berhati-hati.


Anak Penggembala dan Serigala

Dikisahkan, ada seorang anak gembala yang selalu menggembalakan domba milik tuannya dekat dengan hutan yang gelap dan tidak jauh dari kampungnya. Karena mulai merasa bosan tinggal di daerah peternakan, dia selalu menghibur dirinya sendiri dengan cara bermain-main dengan anjingnya dan memainkan serulingnya.
Suatu hari ketika dia menggembalakan dombanya di dekat hutan, dia mulai berpikir apa yang harus dilakukannya apabila dia melihat serigala, dia merasa terhibur dengan memikirkan berbagai macam rencana. Tuannya pernah berkata bahwa apabila dia melihat serigala menyerang kawanan dombanya, dia harus berteriak memanggil bantuan, dan orang-orang sekampung akan datang membantunya. Anak gembala itu berpikir bahwa akan terasa lucu apabila dia pura-pura melihat serigala dan berteriak memanggil orang sekampungnya datang untuk membantunya. Dan anak gembala itu sekarang walaupun tidak melihat seekor serigala pun, dia berpura-pura lari ke arah kampungnya dan berteriak sekeras-kerasnya, "Serigala, serigala!"
Seperti yang dia duga, orang-orang kampung yang mendengarnya berteriak, cepat-cepat meninggalkan pekerjaan mereka dan berlari ke arah anak gembala tersebut untuk membantunya.Tetapi yang mereka temukan adalah anak gembala yang tertawa terbahak-bahak karena berhasil menipu orang-orang sekampung.Beberapa hari kemudian, anak gembala itu kembali berteriak, "Serigala!serigala!", kembali orang-orang kampung yang berlari datang untuk menolongnya, hanya menemukan anak gembala yang tertawa terbahak-bahak kembali.
Pada suatu sore ketika matahari mulai terbenam, seekor serigala benar-benar datang dan menyambar domba yang digembalakan oleh anak gembala tersebut.
Dalam ketakutannya, anak gembala itu berlari ke arah kampung dan berteriak, "Serigala!serigala!" Tetapi walaupun orang-orang sekampung mendengarnya berteriak, mereka tidak datang untuk membantunya."Dia tidak akan bisa menipu kita lagi," kata mereka.
Serigala itu akhirnya berhasil menerkam dan memakan banyak domba yang digembalakan oleh sang anak gembala, lalu berlari masuk ke dalam hutan kembali.
Dalam hidup ini kita memerlkan kepercayaan dari orang lain. Sekali berbohong kita tak akan dipercaya orang lain. Walaupun apa yang kita katakan itu benar sekalipun, orang tak percaya lagi. Jadi, jagalah kepercayaan orang dengan selalu berkata benar.


Kejadian di Parkiran

Bulan lalu, aku baru saja meraih prestasi Pelukis Terindah Sepanjang Masa dalam ajang SHMILY Awards 2015.Setelah meraih prestasi tersebut, banyak mahasiswa yang memujiku baik secara langsung maupun melalui media social.Selain itu, keluargaku juga memberi penghargaan untukku, seperti ayahku yang memberikanku mobil sport dengan art design yang mewah yaitu Lamborghini Aventador Lp700-4 yang harganya 11.000.000.000. Ayahku sangat bangga dengan prestasi yang kuraih, itu alasan kenapa ia memberiku penghargaan semahal itu.
Seminggu setelah hari bahagia tersebut, aku berencana untuk mengajak seluruh anggota keluargaku untuk makan malam bersama di salah satu Restaurant berbintang di Jakarta.Setelah membicarakan rencana tersebut, akhirnya merekapun tidak menolak rencanaku.Malahan mereka sangat senang, karena sekalian merayakan prestasi yang baru saja aku raih.
Kami memutuskan untuk makan malam bersama pada hari ke-13 setelah ajang SHMILY Awards 2015 tersebut. Kami menuju Restaurant bersama-sama. Sesampainya kami disana, kamupun langsung memesan makanan yang akan kami makan lalu membayarnya. Selama makan malam berlangsung, penuh canda dan tawa. Dengan asiknya kami makan sambil mengobrol, sampai aku lupa bahwa tepat pada pukul 20.00 WIB aku harus datang di acara Konferensi Pers yang diadakan di Mall of Indonesia untuk mempromosikan Restaurant baruku yang akan segera di buka pada Ahad minggu depan yang bernama “Coffe and Art Design”
Mengingat hal tersebut, akupun langsung menyelesaikan makananku lalu berpamitan dan meminta maaf karena harus pulang terlebih dahulu. Akhirnya, setelah berpamitan aku langsung ke arah parkiran mobilku.Tiba-tiba saat aku hendak masuk ke dalam mobilku, tiba-tiba ada seorang lelaki yang menarik tanganku dan mendekap mulutku. Lalu laki-laki tersebut mengatakan “Berikan uang atau kau mati!”.Mendengar perkataan tersebut, tanpa berpikir panjang, akupun langsung mengeluarkan semua uang yang ada di dompetku lalu ku berikan kepada lelaki tersebut.Setelah laki-laki tersebut menerima uang, diapun langsung melepaskan dekapan mulutku dan menjatuhkan aku di samping mobilku.Laki-laki itu langsung berlari ke arah pagar.Melihat laki-laki tersebut loncat dari pagar, akupun langsung masuk ke dalam mobilku lalu mengunci pintu.Di dalam mobil aku berusaha menenangkan diriku yang sesak dan takut karena kejadian yang baru saja terjadi.
Aku bersyukur kepada Allah yang masih menyelamatkanku dari kelakuan jahat laki-laki tersebut.Meskipun aku harus kehilangan semua uangku namun aku bersyukur karena tidak kehilangan aset berharga lainnya yang ada di tasku seperti kuas emas dari Paris dan Pencil Mecanic pemberian nenekku di New York.
Dari kejadian tersebut mengingatkan kita akan pentingnya mengatur waktu dan berhati-hati dalam segala hal serta dimanapun, apalagi jika malam bertambah gelap dan suasana semakin sepi.


JANGAN MATEMATIKA


Aku memang tidak begitu pandai bila dihadapkan dengan soal-soal matematika.Saat duduk di bangku kelas tiga SD, aku merasa soal-soal matematika yang harus aku pecahkan sangat sulit dan membingungkan.
Sedangkan ibuku adalah sosok wanita yang sangat perhatian terutama pada anak-anaknya.Beliau ingin anak-anaknya menjadi anak yang shaleh, pandai, dan dapat dibanggakan.Sedangkan saat duduk di bangku kelas tiga SD aku sudah mulai nakal dan malas belajar.Di kelas, jika ada teman yang mengajakku untuk ngobrol aku pasti lebih memilih ngobrol walaupun dengan suara pelan dari pada harus mendengarkan guruku menerangkan materi pelajaran
Siang itu aku pulang dari sekolah dengan memasang wajah yang lesu.Nilai matematika yang aku dapatkan hari itu sangat memalukan.Dan seperti biasa, ibuku selalu menanyakan tentang nilai yang didapatkan anaknya setiap pulang sekolah. Sambil mengeluarkan bulu dari tas sekolahku, ibuku bertanya, “Hari ini kamu mendapat nilai berapa, Nak?” Aku hanya bisa terdiam dan sulit untuik berkata-kata, hingga ibuku mengulangi pertanyaannya kembali.Dengan wajah takut aku pun menjawab pertanyaan ibu dengan terbata-bata dan suara lirih, “Mata pelajaran matematika aku mendapat nilai dua, Bu.”Mendengar jawabanku, seketika itu pun ibuku marah.Dilemparkanlah buku matematika itu tepat dihadapanku, kemudian beliau menasehati aku.
Tetapi aku senang, ibu menanyakan bahwa bwliau bangga terhadapku, karena aku telah berkata jujur dan mau mengakui kesalahanku.
Sejak saat itu aku berusaha keras untuk menggemari mata pelajaran matematika dan tidak mengulangi lagi kesalahanku yaitu, ngobrol dengan teman ketika guru sedang menerangkan pelajaran.


OPERASI ZEBRA

Kejadian yang membuat saya sadar akan pentingnya menaati peraturan negara ini terjadi ketika saya sudah semester II.Biasanya, hampir setiap minggu saya pulang ke rumah pada Jumat sore dan akan kembali ke Semarang pada Minggu sore. Suatu ketika, saya dan kakak saya memutuskan untuk kembali ke
Semarang pada Senin pagi supaya waktu lebih lama di rumah. Kami berangkat pukul 08.00 WIB, dengan menggunakan sepeda motor.Ketika akan berangkat, kakak menyuruh saya untuk di depan karena dia mengantuk. Saya-pun menuruti permintaannya meskipun pada saat itu saya belum mempunyai SIM.Kakak saya berpesan, “jika nanti ada operasi zebra, kamu berhenti saja.Jangan panik”. Satu jam menempuh perjalanan rasanya aman-aman saja, tidak ada operasi apapun. Kemudian kami sampai di perbatasan Kebumen-Purworejo, tidak ada operasi juga di sana.
Saya pun dengan percaya diri membawa motor dengan kecepatan tinggi. Ketika sampai di Kecamatan Kutoarjo, tiba-tiba dari jarak 500 meter, saya melihat banyak orang dengan rompi berwarna hijau menyala.Sontak saya langsung membanting setang ke kiri. Namun celakanya, di depan saya ada sebuah selokan kecil. Saya pun kembali membanting setang ke kiri, akan tetapi setang tak dapat dibelokkan karena tertahan oleh tas yang saya gendong di depan. Motor saya terjatuh dan kami terpelanting.
Kami mengalami luka-luka dan dibawa ke salah satu rumah warga. Ketika ada seorang polisi yang akan mendekati kami, kakak saya berpesan, “ketika nanti ditanya polisi, siapa yang mengemudi, bilang saja kakak. Kakak tadi jatuh karena mengantuk”.Saya hanya mengangguk mendengar permintaan kakak saya.Benar saja, polisi tersebut menanyakan hal serupa dan meminta kakak saya untuk memperlihatkan SIM beserta STNK-nya.
Sepeninggal polisi tersebut, si pemilik rumah keluar dan mengobati luka kami.Beruntung polisi tidak mencurigai kalau saya yang megendarai sepeda motor tersebut.Tuhan masih memberikan kami keselamatan walaupun kami mengalami banyak luka.
Dari kejadian tersebut, saya menjadi mengerti akan pentingnya menaati peraturan negara termasuk peraturan berlalu lintas dan membuat saya untuk lebih berhati-hati dalam berkendara

Tiket Misterius
Saya mempunyai suatu peristiwa yang tidak saya inginkan tahun lalu.
Saya adalah seorang mahasiswa semester satu. Saya mempunyai sepupu perempuan semester lima. Waktu liburan, saya menginap di rumah sepupu saya yang berada di Jepara.

Ketika saya berkunjung ke rumah sepupu saya, dia merasa senang sekali.setelah beristirahat sejenak.Saya dan sepupu saya pergi untuk membeli makan pada sore hari.Setelah selesai, kami langsung kembali ke rumah.Anehnya, kami menemukan dua lembar tiket musik yang diadakan nanati malam.Kami senang sekali dan bersiap untuk menontonnya.
Sepulang dari menonton konser musik, kami sangat terkejut karena pintu rumah sepupu saya terbuka dengan seisi rumah yang berantakan.Ternyata rumah sepupu saya kemalingan.
Sekarang kami lebih berhati-hati ketika ada kiriman yang misterius apa pun bentuknya. Siapa tahu ada yang berniat kurang baik.
Dari kejadian tersebut kami lebih waspada dan tidak mudah percaya dengan kiriman aneh.Kami pun melapor kepada polisi dengan segera.


Hikmah Malam 1 Syura"
Abstrak
Pengalaman ini merupakan pengalaman yang tidak akan pernah aku lupakan. Karena, dari pengalaman ini mengajariku untuk selalu mendengarkan dan menaati nasihat orang tua.
Orientasi
Cerita diawali saat malam minggu, tepatnya 6 bulan yang lalu.Aku diajak pergi dengan teman dekatku, atau bisa dikatakan sebagai kekasihku yang kurang lebih sudah 5 tahun ini kami menjalin hubungan.Meskipun, telah menjalin hubungan yang cukup lama, kami berdua memang jarang pergi bersama.Hal itu dikarenakan kesibukan kami masing – masing.jadi, malam itu merupakan malam spesial bagi kami berdua.
Tepat pukul 18.30 WIB, dia telah sampai dirumahku.Kemudian dia bertemu dengan ibuku.Ia meminta ijin kepada ibuku untuk mengajakku jalan – jalan ke Semarang. Akan tetapi ibuku mengatakan bahwa cuaca mendung dan sudah terlalu malam untuk menempuh perjalanan ke Semarang, serta pada malam itu juga bertepatan pada tanggal 1 Syura.Akan tetapi, aku berusaha untuk meyakinkan ibuku agar ibuku tidak merasa khawatir dan memberiku ijin untuk pergi ke Semarang.Lalu ibuku pun menyetujuinya, dengan syarat tertentu, yaitu harus pulang sebelum pukul 22.00 WIB.
Pada awal perjalanan, aku sudah merasa khawatir, karena cuaca yang tidak mendukung.Selain itu, hari itu juga bertepatan dengan awal bulan Syura.Menurut kepercayaan Jawa, bulan Syura merupakan bulan yang memiliki daya magis tersendiri.Apalagi pada tanggal 1 Syura.Meskipun aku secara pribadi tidak mempercayainya.Namun hal tersebut sempat meresahkan hatiku.Keresahan tersebut semakin diperkuat dengan cuaca yang tidak mendukung dan kondisi jalan raya yang relatif sepi.
Insiden 1
Lalu, setelah seperempat perjalanan, kilat sudah terlihat.Petir pun sudah mulai menyambar. Dan tepat kata ibuku, bahwa hari ini akan turun hujan. Tiba – tiba saja hujan turun dengan derasnya.Aku dan dia berteduh di suatu tempat. Sudah sekitar setengah jam, kami berteduh, namun belum juga hujan reda. Lalu dengan perlahan, hujan pun mulai reda.Tepat pukul 19.30 kami mulai melanjutkan perjalanan kami kembali.Sebelumnya, pada saat kami berteduh, sempat kuutarakan keresahanku padanya yang berkaitan dengan bulan 1 Syura dan nasihat dari ibuku sebelum kami berangkat tadi. Namun karena ia tidak mempercayai dengan hal semacam itu, maka ia mencoba untuk menghiburku dan menenangkan kekhawatiranku itu.
Kemudian, sekitar pukul 20.00 WIB kami barulah sampai ke sebuah tempat perbelanjaan di kota Semarang. Disana kami membeli beberapa pakaian serta makan malam. Karena terlalu bahagianya menikmati keindahan kota Semarang, sehingga membuatku lupa akan syarat yang diajukan oleh ibuku. Lalu, tepat pukul 21.30 WIB ibuku mengirim pesan lewat handphone – ku bahwa sudah malam dan memintaku untuk pulang.Kami pun bergegas untuk pulang.
Insiden 2
Di perjalanan pulang, tiba – tiba ban motor dari kekasihku bocor. Akhirnya kami memutuskan untuk turun dari motor dan mencari tempat tambal ban. Namun, sepanjang perjalanan kami tidak menemukannya.Setelah kami bertanya kepada seseorang, ternyata kebanyakan semua tambal ban tutup, karena hari ini bertepatan dengan malam 1 Syura. Sudah hampir satu jam kami berjalan, dan tidak menemukan tempat tambal ban. Hatiku sudah cemas, karena saat itu sudah lewat jam yang ditentukan oleh ibuku.
Sekitar pukul 23.00 akhirnya kami menemukan satu – satunya tempat tambal ban yang buka. Kami menunggu sekitar setengah jam untuk menambal ban. Di sela – sela kami menunggu, ibuku mulai menelponku dengan nada yang cemas.Aku mengatakan tentang kejadian yang aku alami.Kemudian ibuku meminta agar aku segera pulang setelah sudah menambal ban.
Insiden 3
Lalu, tepat pukul 24.00 WIB, ban motor kekasihku pun sudah dapat dipakai kembali. Akan tetapi ketika dia ingin membayar, baru dia sadari bahwa dompetnya sudah tidak ada di sakunya.Ia pun mulai panik.Dan alhasil akulah yang membayar.Sebelum pulang kami mencari terlebih dahulu dompetnya di sekitar jalan yang kita lalui.Jadi kami kembali lagi ke jalan yang kami lalui sebelumnya.Keadaan itu sangat memakan waktu.Dan membuat aku makin cemas jika aku dimarahi oleh orang tuaku. Sudah satu jam kami mencari akan tetapi tidak menemukan dompet itu. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang.
Insiden 4
Di perjalanan pulang, tiba – tiba saja lampu depan dari motor yang kami naiki mati. Sehingga membuat kami harus berhenti sebentar dan memeriksa apa yang telah terjadi. Setelah diperiksa, ternyata terdapat kabel yang tidak kencang. Hal itu membuat lampu depan kami menjadi mati. Karena kami tidak membawa peralatan untuk memperbaiki motor.Maka kami memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan.Namun dengan pelan – pelan.
Insiden 5
Kemudian, di tengah perjalanan kami, tiba – tiba hujan turun kembali.Akan tetapi tidak begitu deras.Hanya rintik – rintik.Akhirnya kami memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan.Dengan hujan, lampu mati, dompet hilang dan larut malam.
Interpretasi
Sekitar pukul 01.30 WIB akhirnya kami sampai ke rumahku dengan keadaan badan yang lumayan basah.Setelah bertemu dengan orang tuaku.Aku pun menceritakan semua kejadian yang kualami.Disaat itu pula aku baru sadar bahwa nasihat dan peringatan dari orang tua hendaknya didengarkan dan berusaha dipatuhi. Jika nasihat orang tua tidak dipatuhi maka akan mengakibatkan hal – hal yang tidak diinginkan. Seperti pengalaman yang aku alami 6 bulan yang lalu bersama kekasihku.
Koda
Dari pengalaman tersebut, aku belajar tentang pentingnya mentaati nasihat orang tua.karena restu orang tua adalah restu Allah juga.

Cerita Legenda Rawa Pening - Basa Jawa



ASAL-USULIPUN RAWA PENING

Ngasem punikaasma dhusun ingkang kalebet wewengkon Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Kacariyos ing Ngasem wonten padhepokan kondhang. Sedaya puthut lan endhang sebatan kangge murid jaler lan estri sami mongkog manahipun pikantuk tuladha saking guru ingkang asma Ki Hajar Salokantara. Ki Hajar kagungan budi wicaksana. Dene muridipun nama Ni Endhang Ariwulan ingkang elok lan ayu.
Ing satunggaling dinten, Ni Endhang bingung pados peso ingkang biyasanipun kangge nyigar pinangkangge sesajen wayah dalu. Kanthi ati kapeksa, piyambakipun matur dhateng Ki Hajar supados kersa ngampili peso. Ki Hajar kaget, nanging amargi sampun mepet wekdalipun, peso wau dipunparingaken kanthi wanti-wanti supados ngatos-atos lan sampun ngantos peso kaselehaken ing pangkon.
Nanging Ni Endhang kesupen. Peso kaselehaken wonten pangkonipun. Sanalika peso ical. Ni Endhang ngadhep Ki Hajar rumaos lepat, nanging ingkang dipunlapuri boten duka.
Sawetawis dinten, Ngasem geger amargi Ni Endhang Ariwulan nggarbeni. Ki Hajar badhe tapa brata ing Redi Telamaya lan maringi pirantiawujud gentha utawa klinthingan kangge jabang bayi.
Boten dangu jabang bayi lair awujud naga. Nanging polahipun kados jabang bayi sanes, saged nangis lan ngucap. Wingka katon kencana, jabang bayi wau tetep dipunopeni kanthi asih tresna ngantos dewasa. Warga ingkang sumerep naga menika boten telas-telas anggenipun ngawon-awon.
Naga ingkang sampun dewasa kalawau ing satunggaling dinten nyuwun priksa dhumateng Ni Endhang, sinten sejatosipun bapakipun, Ni Endhang maringi priksa menawi Ki Hajar menika bapakipun ingkang saweg tapa brata ing Redi Telamaya.
Naga lajeng mbekta klinthingan, nusul ing Telamaya. Ni Endhang saking katebihan ngetutaken. Naga wau medal lepen ingkang dawa, leren ing ngandhap selo, ingkang samenika dipunwastani selo sisik lan nerasaken lampah ngambah rawa, salajengipun liwat Kaligung, lerem malih ing satunggaling selo ingkang nama Sela Gombak.
Boten kesupen naga wau ngginakaken klinthinganipun.Ingkang sami sumerep lan mireng klinthinganipun naga ingkang ngangge sumping menika lajeng marabi Baru Klinthingan utawi Baru Klinthing.
Saking dinten, wulan lan taun sampun dipunlangkungi, Baru Klinthing dereng saged manggihaken panggenanipun Ki hajar Salokantara. Malah samenika kendha boten gadhah daya. Nanging saking katebihan mireng kidung lamat-lamat kados kidungipun Ni Endhang Ariwulan.
Saking ketebihan Ni Endhang ngetutaken Baru Klinthing ingkang sampun manggihaken papanipun Ki Hajar Salokantara, lajeng manggen ing Sepakung. Ni Endhang mapan ing celak sendhang. Sendhang menika lajeng kasebat Sendhang Ari Wulana.
Ing pertapaan Telamaya, Ki hajar kaget mriksani naga ingkang dumugi lajeng manthuk-manthuk ngormati ing sangajengipun. Ki hajar pirsa menawi naga kalawau sanes naga ingkang ala, nanging naga ingkang gadhah manah becik. Saya kaget Ki Hajar, amargi boten nginten menawi naga wau saged wicanten.
Naga lajeng nyuwun pirsa, menapa leres menika dhusun Telamaya, pertapanipun Ki Hajar Salokantara. Ki hajar ngleresaken. Baru Klinthing bingah, lajeng matur menawi Ki hajar menika tiyang sepuhipun ingkang sampun dangu dipunpadosi ing paran. Boten kesupen Baru Klinthing lajeng sujud. Ki Hajar dereng pitados saestu, mila lajeng maringi pitakenan dhumateng Baru Klinthing sinten ibunipunlan saking pundi papan dunungipun. Baru Klinthing caos wangsulan  menawi ibunipun asma Ni Endhang Ariwulan saking Ngasem. Ugi boten kesupen Baru Klinthing nedahaken klinthingan tilaranipun Ki hajar Salokantara.
Ki Hajar ngendika menawi klinthingan menika dereng cekap, amarga ing donya menika boten wonten ingkang gampil, nanging kedah wonten lelabetan lan kedah wonten panebusanipu. Supados saged dipunanggep putranipun Ki hajar, Baru Klinthing kedah nglampahi laku tarak brata. Laku tarak brata menika mlungkeri Redi Kendhil ngantos tepung galang.Ki Hajar ngetutaken saking wingking.Baru klinthing lajeng mlungkeri Gunung Kendhil ingkang dipundhawuhaken Ki Hajar, nanging sirah lan buntutipun boten tempuk, kirang sakilan. Pungkasanipun Baru Klinthing nyambung ngangge ilatipun. Ki Hajar lajeng medal mlumpat mungkes ilat menika.
Baru Klinthing kelaran nanging lajeng lerem manahipun. Ki Hajar maringi priksa menawi kekiranganipun boten saged dipuntutupi ngangge ilat, amargi ilat menika pusaka ingkang ampuh boten wonten tandhingipun. Ilat, jembare mung sawelat, nanging darbe khasiyat. Yen pinuju nuju prana, bisa amemikat, yen tan pener, bisa gawe getering jagad, “pratelane Ki Hajar.
Baru Klinthing lajeng nerasaken tarak brata lan ilatipun kedamel pusaka ingkang awujud tombak Kyai Baru Klinthing
Dinten, wulan, lan taun sampun kawuri, badanipun Baru Klinthing ingkang mlukeri redi sampun boten ketingal. Ki Hajar lajeng manggihi Ni Endhang, maringi priksa supados Ni Endhang mapakaken putranipun Baru Klinthing ing Dhusun Pathok menika kanthi laku ngrame.Pathok dhusun ingkang gemah ripah loh jinawi, nanging warganipun boten gadhah raos syukur.
Wekdal menika warga Pathok nembe ngawontenaken pista panen raya. Salah satunggalipun warga ingkang badhe mecah woh pinang kangge campuran susur, anggenipun mecah dipuntataki wit ingkang sepuh lan cemeng sanget. Jebul kajeng wau badanipun naga ingkang nama Baru Klinthing.
Naga lajeng dipunkethok-kethok kangge pista. Boten kanyana-nyana sukma Baru Klinthing ngetutaken warga ingkang mantuk sarana njilma dados pemudha bagus, gagah nanging reged. Namanipun Jaka bandung. Nalika pista pemudha wau nyuwun pangan nanging dipunsingkang-singkang. Pungkasanipun pemudha wau malah dipunsukani piwulang dening mbok randha ingkang asma Ni Endhang Ariwulan. Sasampunipun nedha lan criyos, jaka kalawau nilar pesen menawi mangke wonten swanten gumuruh simbok kedah mlebet lesung mbekta enthong lan sangu saprelunipun.
Jaka Bandung lajeng wangsul malih ing salebeting pistanipun para warga lan nyobi nyuwun tedhan malih.Nanging malah dipuntampik lan dipunisin-isin. Mila jaka nantang sinten ingkang saged njabut sada wau badhe dipunsembah ping pitu. Nanging boten wonten setunggal-setunggala ingkang saged.
Jaka bandung ingkang lajeng njabut sada wau. Sakala toya nyembur saking siti sakathah-kathahipun, njalari banjir bandhang ngelebaken dhusun saisinipun.

Siti ingkang katut amargi sada dipunjabut dipununcalaken mengaler lan malih rupi dados redi alit ingkang aran Gunung Kendhalisada. Semanten ugi dhusun ingkang keleb amargi lumebering toya tilas sada, lajeng dados tlaga ingkang bening toyanipun, ingkang katelah Rawa bening ingkan samenika kasebat Rawa Pening.

75 Fakta Unik tentang Member EXO



75 Fakta Unik tentang Member EXO




1.     EXO beranggota 12 orang, 6 orang EXO-K dan 6 orang EXO-M (tapi sekarang tinggal 8 sih..)
2.    Menurut umur, Xiumin adalah member tertua dan Sehun adalah maknae member.
3.    Dari tinggi badan, Kris yang paling tinggi dan Xiumin yang paling pendek :v
4.    Di showcase pertama di Korea, Leeteuk salah mengira Xiumin adalah maknae member (padahal malah member paling tua :v)
5.    Di showcase pertama di Korea, Tao, Sehun, dan Kai melakukan aegyo “bbuing…bbuing…”
6.    Baekhyun dan Sehun suka mandi bersama (fu…fu…^^)
7.    Di EXO-K, roommates-nya adalah, Suho dengan Sehun, Baekhyun dengan Chanyeol (BaekYeol), dan D.O dengan Kai (KaiSoo ^^)
8.    D.O adalah member yang paling jago masak (waaa ^^)
9.    D.O adalah member yang lambat dalam mengetik
10. Saking gugupnya, di debut stage, D.O pernah salah mengucapkan “magnificent” menjadi “melodious” dalam SBS Inkigayo.
11.  Tao belajar kungfu selama 11 tahun.
12. Sejak kecil, Tao sudah memenangkan kompetisi kungfu tingkat nasional.
13. Tao suka jalan-jalan di pantai sendirian (astaga…nggak kesepian ?)
14. Luhan dan Lay punya tas kembar (cieee couple-an), Lay tas M&M warna coklat gelap, dan Luhan M&M warna coklat terang.
15. D.O punya mata besar yang fans bilang cute (^^)
16. Fans Indonesia suka bilang kalau D.O itu mirip Morgan SMASH (omegat! nggak mirip sama sekalee!! )
17. Kai selalu bilang kalau dirinya itu sexy (OMG…)
18. Kai punya kulit paling gelap di antara semua member.
19. Baekhyun dan Chanyeol adalah moodmaker dalam grup.
20.Tao punya koleksi foto palaroid semua member EXO. Dia bilang, kalau dia kangen, dia bakal lihat foto-foto itu. (Wow….fans kalah sama Tao nih…)
21. D.O dan Baekhyun bias bercakap – cakap dengan suara mengimitasi Oh Kwang Rok.
22. Personal talent Kai adalah mengimitasi “Krong…”dalam serial Pororo (meski kata Baekhyun, itu sama sekali nggak mirip).
23.Kai suka cewek yang gentle dan perhatian. Cewek idealnya, Han Yeo Sul.
24.Baekhyun suka cewek yang tampak bagus dalam balutan jeans. Dia suka Han Ga in.
25.Suho suka cewek yang suka mbaca dan berambut panjang.
26.Sehun suka cewek yang bubbly, bersih dan rapi. Cewek idealnya, Choi Ji Woo.
27.Chanyeol suka cewek yang suka senyum.
28.D.O suka cewek yang baik dan kalau makan dia terlihat senang.
29.Luhan suka cewek yang bersungguh-sungguh dan quiet.
30.Chen suka cewek yang bagaikan kakak dan dapat menjaganya dengan baik (nggak kebalik tuh..)
31. Tao bilang dia masih kecil, sehingga dia belum punya cewek ideal.
32.Kris dan Lay nangis di atas panggung ketika EXO-M mendapat award pertama mereka.
33.EXO-K pernah menang melawan EXO-M dalam lomba masak makanank has Thailand (kalo nggak salah nama makanannya Somptam)
34.Luhan dan Xiumin pernah melakukan adegan CRP bersama (fu…fu..)
35.Chen pernah nggak sengaja mukul kepala bocah (bocahnya botak) pake sapu lidi yang biasa dibuat bersihin jalanan.
36.Lay bilang kebiasaan Kris adalah “acting cool…”
37.Setelah melakukan sebuah game, disimpulkan bahwa Lay adalah member yang pandai menebak harga makanan.
38.Lay paling pandai menggambar di antara member EXO-M.
39.Sedangkan Kris, member yang nggak bias nggambar.
40.Tao menjuluki dirinya sebagai “romantic kungfu panda.”
41. Tao bilang kalau bulatan hitam di matanya itu bukan kantung mata, tapi tanda sejak lahir.
42.Tao adalah member yang paling sering nangis (cengeng) dan emotional.
43.Luhan pernah kena hukuman minum cairan yang rasanya aneh di suatu wawancara di China.
44.Luhan pinter banget main rubik.
45.Luhan pernah duet menyelesaikan rubik dengan seorang master rubik di China. (Hebat…*plok…plok…plok…).
46.Kris dan Tao pernah dihukum makan kacang yang rasanya aneh.
47.Tao milih yang besar dan ngasih Kris kacang yang kecil, sehingga Kris janji ngasih reward ke Tao. Ternyata rewardnya, Kris masakin ramen buat Tao (gubrakkk!)
48.Suho biasa dikenal sebagai Appa sedangkan Omma-nya adalah D.O.
49.D.O adalah member yang paling rapi di EXO-K.
50.Lay adalah member yang suka masak di EXO-M.
51. Lay sendiri bilang kalau dia orang yang lambat belajar.
52.  Suho ingin mencontoh U-Know Yun Ho dan Leeteuk dalam hal memimpin.
53.  Kai dan Taemin SHINee dikenal sangat akrab (katanya mereka punya gelang kembaran lhooo…)
54.  Sehun pertama bilang kalau “I’m not in love with Luhan.” Tapi di akhir dia bilang “I love Luhan.” -_-
55.  Sehun dan Luhan adalah member yang sangat dekat (HunHan Couple.) Mereka sering beli bubble tea sama-sama (so sweet…)
56.  Suho bias mengimitasi Jonghyun SHINee saatmenyanyi “Love Like Oxygen”
57.  Saat ditanya kalau uangmu habis, tapi kamu ingin mendekorasi ruanganmu, apa yang akan kamulakukan? D.O menjawab dia akan mendekor ruangan dengan kerdus bekas apel (atau semacamnya)… sontak semua member tertawa. (wkwkwkwk…)
58.  Sedangkan Sehun akan mendekor ruangan dengan warna putih.
59.  Kai bisa nge-dance saat mandi di saat dia sedang dalam good mood. Bahkan D.O pernah masuk dan tanya “Mbyoya? (apa yang kamu lakukan ?)”
60.  Baekhyun bilang dia punya tangan yang bagus karena gen dari Ibunya. (anak pinter…^^)
61.   Chanyeol menyikat gigi 3 kali sehari dan membersihkan giginya dengan serius. (pantesan giginya bagus gilaaa…!)
62.  Chanyeol suka banget ngejailin D.O.
63.  Kris suka menyimpan tasnya meskipun sudah rusak. Dia bilang, alasannya adalah untuk bernostalgia (such a loyal boy…)
64.  Kris bisa bahasa Cantonese, English, Korean dan Chinese.
65.  Baekhyun membuat suara seperti puppy saat mau tidur.
66.  Xiumin mendapat julukan BaoZi.
67.  Xiumin pernah dipanggil Tao “Oppa…” saat pertama bertemu.
68.  Chen punya suara tinggi yang memukau (waaa…)
69.  Lay dan Suho (berdasar sifat Shio ) merupakan member yang boros (iya lah suholang kaya…)
70.  Chen bilang, satu kata untuk menggambarkan dirinya adalah “stubborn.
71.   Cita-cita Luhan sebenarnya ingin main bola di MU seperti Christiano Ronaldo. Tapi, karena orang tuanya tidak mengizinkan, dan ada agen SM yang menawarinya jadi penyanyi, Luhan akhirnya menjadi penyanyi.
72.  Luhan udah terkenal sejak sebelum debut saat masih duduk di SMA.
73.  Luhan dan Xiumin punya wajah baby-face.
74.  Roomates di EXO-M, Kris dengan Chen, Xiumin dengan Tao, Lay dengan Luhan.
75.  Lay suka menggaruk kepalanya saatgugup atau ragu (kebiasaan di atas panggung, sih…)

76.  Impian EXO, ingin bersama selama-lamanya (huwaaa bikin baper…)
 
FREE BLOG TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS